AKREL Gelar Workshop BMC, Sulap Limbah Biomassa Jadi Pakan Mandiri Bernilai Ekonomi

- Pewarta

Sabtu, 15 November 2025 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADAR.CO.ID – Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) mendorong inovasi di sektor perikanan. Pada Jumat, 14 November 2025, AKREL menggelar workshop strategi Business Model Canvas (BMC) untuk pengembangan pakan ikan mandiri berbasis limbah biomassa lokal.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat AKREL Simpang Nangka. Narasumber utama, Maya Angraini Fajar Utami, SPi, MSi, Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu, membawakan materi tentang inovasi teknis dan keberlanjutan ekonomi.

Program Riset Katalisator Berdikari 2025

AKREL Pakan Mandiri

Workshop ini menjadi bagian dari program Riset Katalisator Berdikari 2025, yang fokus pada inovasi berbasis kearifan lokal.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal dan mendorong praktik perikanan berkelanjutan.

Sebanyak 30 peserta hadir, termasuk pimpinan AKREL, Tim Peneliti Katalisator Berdikari Bengkulu, pejabat Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, penyuluh BRPPUPP Palembang, guru SMK, dan kelompok pembudidaya ikan dari Rejang Lebong dan Kepahiang.

Baca Juga :  Manfaat Kulit Bawang Merah untuk Tanaman, Sebagai Penyubur Tanah dan Pestisida Alami

Inovasi Strategis Pakan Ikan

Wakil Direktur Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama AKREL, Nur’aini, SPt, MPt, menekankan pentingnya inovasi pakan ikan berbasis limbah biomassa.

Menurutnya, inovasi ini strategis menghadapi tantangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Pengembangan pakan ikan mandiri bukan hanya sebatas inovasi teknis. Namun lebih dari itu, ini menjadi strategi komprehensif untuk mendorong ekonomi lokal efisien, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Nur’aini.

Nur’aini juga menambahkan perspektif kritis soal pengelolaan limbah.

“Bagi sebagian orang, limbah ini adalah akhir dari segala proses. Namun berbeda bagi orang yang bijak, limbah justru awal peluang yang sangat bernilai ekonomis tinggi,” sampainya.

Baca Juga :  117 Mahasiswa Universitas Pat Petulai Diwisuda

Pengalaman Lapangan dari Pembudidaya Ikan

Diskusi workshop semakin hidup saat Winarso, perwakilan Pokdakan Air Putih Jaya Rejang Lebong, memaparkan potensi pemanfaatan usus dan jeroan unggas sebagai pakan alternatif berkualitas.

Bahan lokal ini dapat diintegrasikan dalam strategi BMC untuk pakan ikan.

Harapan dan Dampak Ekonomi

AKREL berharap kegiatan ini memperkuat kemandirian pelaku usaha perikanan di Rejang Lebong dan Kepahiang.

Pemanfaatan limbah biomassa diyakini menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan ekosistem perikanan ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

Berita Terkait

Ratusan Santri MIM 10 Karang Anyar Meriahkan Pawai Sambut Ramadan
Pemkab Rejang Lebong Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Beasiswa SMA Kebangsaan
Lapas Curup Cetak Warga Binaan Mandiri Lewat Praktik Kerajinan Gypsum
Dari Balik Lapas, Warga Binaan Curup Kejar Ijazah Lewat PKBM Al-Jabbar
Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Curup Tetap Bersekolah
Taman Khalifah Rejang Lebong Resmi Dibuka, Bupati Fikri: Komitmen Daerah yang Ramah Anak!
Konfercab ke-XXXVII HMI Cabang Curup: M Pikri Anandi Terpilih jadi Ketua Umum, Bawa Visi ‘HMI Futuristik’
Guru PPL Dilepas dengan Tangis Haru di MIM 10 Karang Anyar Usai 3 Bulan Mengabdi

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:28 WIB

Ratusan Santri MIM 10 Karang Anyar Meriahkan Pawai Sambut Ramadan

Senin, 2 Februari 2026 - 20:17 WIB

Pemkab Rejang Lebong Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Beasiswa SMA Kebangsaan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:57 WIB

Lapas Curup Cetak Warga Binaan Mandiri Lewat Praktik Kerajinan Gypsum

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:25 WIB

Dari Balik Lapas, Warga Binaan Curup Kejar Ijazah Lewat PKBM Al-Jabbar

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:23 WIB

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Curup Tetap Bersekolah

Berita Terbaru