RADAR.CO.ID – Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) kembali menegaskan perannya dalam mendorong riset terapan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan diseminasi hasil riset Katalisator Berdikari, AKREL memperkenalkan inovasi budidaya perikanan berkelanjutan.
Hal ini agar dapat membantu pembudidaya ikan menekan biaya produksi sekaligus memanfaatkan limbah secara efektif.
Acara yang digelar di Ballroom Hotel Syakila pada Rabu, 19 November 2025, dihadiri lebih dari 30 peserta dari perguruan tinggi, perangkat daerah, instansi teknis, dan guru SMK.

Kehadiran peserta lintas instansi ini menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan sektor perikanan sebagai salah satu pilar ekonomi lokal.
Riset berjudul ‘Pemanfaatan Limbah Biomassa Lokal untuk Produksi Pakan Ikan Mandiri’ menjadi fokus utama.
Penelitian yang melibatkan AKREL, Politeknik Raflesia, dan Universitas Bengkulu ini menghasilkan dua inovasi utama.
Yaitu formulasi pakan ikan ekonomis berbasis limbah lokal yang memenuhi standar nutrisi, serta purwarupa mesin produksi pakan ikan mandiri.
“Penelitian ini menghasilkan dampak ganda, baik dari sisi efisiensi biaya pembudidaya maupun pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Teknologi ini juga memberdayakan komunitas melalui transfer pengetahuan,” sampai Ketua Tim Peneliti Katalisator Berdikari, Muhammad Subhan Hamka, SPi, MSi,
Hamka menambahkan, keberhasilan riset didukung Dit. Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, BAPPERIDA Provinsi Bengkulu, serta pendanaan LPDP.
Dalam hal ini, Tim riset akan segera melakukan pendampingan kelompok pembudidaya, monitoring berkelanjutan. Kemudian pengembangan modul pelatihan, hingga menjajaki peluang pengembangan skala industri.
“Kami tidak berhenti pada diseminasi. Pendampingan intensif, monitoring, pelatihan, dan eksplorasi kerjasama industri akan terus kami lakukan,” ungkapnya.

Riset Sangat Penting
Dr. Rahmi Wati, SE, MM dari BAPPERIDA Provinsi Bengkulu menekankan, arah riset sejalan dengan RPJMD. Dimana hal itu menempatkan sektor pertanian dan perikanan sebagai pilar pembangunan daerah.
“Riset terapan seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Akademisi Universitas Bengkulu, Akbar Abdurrahman Mahfudz, SSi, MSc juga menambahkan riset terapan harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan dunia usaha.
Program Katalisator Berdikari Lahirkan Berbagai Inovasi
Sementara itu, Direktur AKREL, Kiky Nurfitri Sari, SP, MSi, menilai diseminasi ini penting untuk menegaskan kontribusi kampus vokasi dalam pembangunan daerah.
“Program Katalisator Berdikari telah melahirkan berbagai inovasi. Mulai dari bidang pertanian, peternakan, lingkungan hingga kewirausahaan. Ini bukti bahwa tridarma perguruan tinggi bukan sekadar rutinitas, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Guru SMKN 3 Rejang Lebong, Nobrayana Harun, SPt, menyambut positif inovasi pakan berbasis bahan lokal, namun mendorong pengembangan riset ke arah ikan organik.
“Jika ke depan riset bisa menghasilkan konsep ikan organik, nilai jual ikan lokal akan meningkat. Edukasi masyarakat tentang pangan sehat juga harus diperkuat,” ungkapnya.
Kegiatan ini dihadiri pejabat Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, staf Bappeda, Sekretaris Dispora, perwakilan Disdikbud.
Kemudian Kepala LPPM Universitas Pat Petulai, dosen Politeknik Raflesia, penyuluh BRPPUPP Palembang, serta guru dari SMKN 3 Rejang Lebong dan SMKN 6 Kepahiang.
Keberagaman peserta menunjukkan tingginya antusiasme terhadap inovasi pertanian berkelanjutan dan kuatnya kolaborasi untuk mempercepat pembangunan daerah.









