AKREL Dorong Inovasi Pakan Ikan Mandiri Berbasis Biomassa Lokal Lewat Diseminasi Riset

- Pewarta

Rabu, 19 November 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADAR.CO.ID – Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) kembali menegaskan perannya dalam mendorong riset terapan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan diseminasi hasil riset Katalisator Berdikari, AKREL memperkenalkan inovasi budidaya perikanan berkelanjutan.

Hal ini agar dapat membantu pembudidaya ikan menekan biaya produksi sekaligus memanfaatkan limbah secara efektif.

Acara yang digelar di Ballroom Hotel Syakila pada Rabu, 19 November 2025, dihadiri lebih dari 30 peserta dari perguruan tinggi, perangkat daerah, instansi teknis, dan guru SMK.

Diseminasi Riset AKREL

Kehadiran peserta lintas instansi ini menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan sektor perikanan sebagai salah satu pilar ekonomi lokal.

Riset berjudul ‘Pemanfaatan Limbah Biomassa Lokal untuk Produksi Pakan Ikan Mandiri’ menjadi fokus utama.

Penelitian yang melibatkan AKREL, Politeknik Raflesia, dan Universitas Bengkulu ini menghasilkan dua inovasi utama.

Yaitu formulasi pakan ikan ekonomis berbasis limbah lokal yang memenuhi standar nutrisi, serta purwarupa mesin produksi pakan ikan mandiri.

“Penelitian ini menghasilkan dampak ganda, baik dari sisi efisiensi biaya pembudidaya maupun pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Teknologi ini juga memberdayakan komunitas melalui transfer pengetahuan,” sampai Ketua Tim Peneliti Katalisator Berdikari, Muhammad Subhan Hamka, SPi, MSi,

Baca Juga :  HMI Komisariat Politeknik Raflesia Gelar Seminar Kepemudaan

Hamka menambahkan, keberhasilan riset didukung Dit. Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, BAPPERIDA Provinsi Bengkulu, serta pendanaan LPDP.

Dalam hal ini, Tim riset akan segera melakukan pendampingan kelompok pembudidaya, monitoring berkelanjutan. Kemudian pengembangan modul pelatihan, hingga menjajaki peluang pengembangan skala industri.

“Kami tidak berhenti pada diseminasi. Pendampingan intensif, monitoring, pelatihan, dan eksplorasi kerjasama industri akan terus kami lakukan,” ungkapnya.

Riset Sangat Penting

Dr. Rahmi Wati, SE, MM dari BAPPERIDA Provinsi Bengkulu menekankan, arah riset sejalan dengan RPJMD. Dimana hal itu menempatkan sektor pertanian dan perikanan sebagai pilar pembangunan daerah.

“Riset terapan seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Akademisi Universitas Bengkulu, Akbar Abdurrahman Mahfudz, SSi, MSc juga menambahkan riset terapan harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan dunia usaha.

 

Program Katalisator Berdikari Lahirkan Berbagai Inovasi

Sementara itu, Direktur AKREL, Kiky Nurfitri Sari, SP, MSi, menilai diseminasi ini  penting untuk menegaskan kontribusi kampus vokasi dalam pembangunan daerah.

Baca Juga :  Beri Pembekalan Calon Lulusan AKREL, Wabup Hendri Bagikan Kiat Jadi Pengusaha Sukses

“Program Katalisator Berdikari telah melahirkan berbagai inovasi. Mulai dari bidang pertanian, peternakan, lingkungan hingga kewirausahaan. Ini bukti bahwa tridarma perguruan tinggi bukan sekadar rutinitas, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Guru SMKN 3 Rejang Lebong, Nobrayana Harun, SPt, menyambut positif inovasi pakan berbasis bahan lokal, namun mendorong pengembangan riset ke arah ikan organik.

“Jika ke depan riset bisa menghasilkan konsep ikan organik, nilai jual ikan lokal akan meningkat. Edukasi masyarakat tentang pangan sehat juga harus diperkuat,” ungkapnya.

Kegiatan ini dihadiri pejabat Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, staf Bappeda, Sekretaris Dispora, perwakilan Disdikbud.

Kemudian Kepala LPPM Universitas Pat Petulai, dosen Politeknik Raflesia, penyuluh BRPPUPP Palembang, serta guru dari SMKN 3 Rejang Lebong dan SMKN 6 Kepahiang.

Keberagaman peserta menunjukkan tingginya antusiasme terhadap inovasi pertanian berkelanjutan dan kuatnya kolaborasi untuk mempercepat pembangunan daerah.

 

Berita Terkait

Pemkab Rejang Lebong Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Beasiswa SMA Kebangsaan
Lapas Curup Cetak Warga Binaan Mandiri Lewat Praktik Kerajinan Gypsum
Dari Balik Lapas, Warga Binaan Curup Kejar Ijazah Lewat PKBM Al-Jabbar
Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Curup Tetap Bersekolah
Taman Khalifah Rejang Lebong Resmi Dibuka, Bupati Fikri: Komitmen Daerah yang Ramah Anak!
Konfercab ke-XXXVII HMI Cabang Curup: M Pikri Anandi Terpilih jadi Ketua Umum, Bawa Visi ‘HMI Futuristik’
Guru PPL Dilepas dengan Tangis Haru di MIM 10 Karang Anyar Usai 3 Bulan Mengabdi
Mahasiswa IAIN Curup Kunjungi Lapas Curup Tingkatkan Wawasan Hukum
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 20:17 WIB

Pemkab Rejang Lebong Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Beasiswa SMA Kebangsaan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:57 WIB

Lapas Curup Cetak Warga Binaan Mandiri Lewat Praktik Kerajinan Gypsum

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:25 WIB

Dari Balik Lapas, Warga Binaan Curup Kejar Ijazah Lewat PKBM Al-Jabbar

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:23 WIB

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Curup Tetap Bersekolah

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:35 WIB

Taman Khalifah Rejang Lebong Resmi Dibuka, Bupati Fikri: Komitmen Daerah yang Ramah Anak!

Berita Terbaru

REJANG LEBONG

Peringatan HPN 2026, Putra Mas Wigoro Apresiasi Peran Pers Daerah

Senin, 9 Feb 2026 - 08:42 WIB

REJANG LEBONG

44 Peserta Ikuti PD-PKPNU Angkatan II di Rejang Lebong

Sabtu, 7 Feb 2026 - 10:39 WIB

TRAVEL DAN WISATA

Dewan Dorong Peningkatan PAD Wisata Ditengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 7 Feb 2026 - 05:00 WIB