RADAR.CO.ID – Komisi II DPRD Rejang Lebong, Putra Mas Wigoro SE MH MAp, meminta Pemda segera mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan inflasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Ia menegaskan bahwa akhir tahun merupakan periode rawan kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan terhadap berbagai kebutuhan pokok.
Menurut Putra, pemantauan harga harus dilakukan lebih intensif oleh OPD terkait.
Ia menilai monitoring harian sangat penting agar pemerintah dapat mendeteksi lebih awal komoditas yang mengalami kenaikan.
Tidak hanya itu, Pemda juga bisa menyiapkan langkah penanganan sebelum harga melonjak lebih tinggi.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, permintaan masyarakat biasanya melonjak. Karena itu pemerintah daerah harus lebih cepat membaca situasi harga di pasar,” ujar Putra Mas Wigoro.
Ia menambahkan, stabilitas harga bahan pokok menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Karena itu, kehadiran pemerintah sangat diperlukan untuk memastikan keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan tingginya kebutuhan masyarakat.
Komisi II juga mendorong adanya koordinasi lebih kuat antara pemerintah daerah, pedagang besar, distributor, dan pelaku usaha lainnya.
Dengan begitu, pemerintah dapat memastikan stok barang aman hingga puncak libur akhir tahun.
Jika diperlukan, pemerintah bisa melakukan operasi pasar atau intervensi lain demi menahan laju kenaikan harga.
“Jika ditemukan komoditas yang mulai naik, pemerintah harus segera intervensi. Bisa melalui operasi pasar atau koordinasi dengan distributor agar pasokan tetap aman,” tambah Putra.









