Warisan yang Dijaga Tiga Generasi

Kini, di tengah suara mesin roasting yang lebih modern, nilai tradisi tetap berdiri kokoh.
Api dipertahankan, cara meracik tetap dijaga—seolah ada sejarah yang tak boleh padam.
Setelah Cang Eng meninggal, usaha ini diteruskan oleh anaknya, Haji Yanyun.
Sementara itu, di tangannya, produksi meningkat dan Kopi Bubuk Cang Eng mulai dikenal luas sebagai kopi lokal unggulan.
Saat ini, tongkat estafet berada di tangan cucunya, Hendrik yang merupakan generasj ketiga.
Kemudian, Ia membawa usaha ini lebih maju tanpa meninggalkan ciri khas leluhur.
Kemasan dibuat lebih modern, proses tetap tradisional, dan dua varian kini dikenalkan: kopi bubuk biasa dan premium petik merah.
Jangkauan Semakin Luas
Di sisi lain, Distribusi Kopi Cang Eng kini merambah Curup, Bengkulu, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara hingga Lubuklinggau Sumatera Selatan.
Sedangkan khusus varian premium, produk ini bahkan mulai masuk pasar Pulau Jawa.
Aroma Perjuangan yang Tak Pernah Luntur
Saat ini, Kopi Bubuk Cang Eng bukan sekadar minuman.
Sumber Berita: Kabuk.id
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









