“Sumur bor ini bukan sekadar sasaran fisik, tetapi bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Harapan kami, fasilitas ini bisa dimanfaatkan dan dirawat bersama agar manfaatnya berkelanjutan,” tambahnya.
Selain pembangunan sumur bor, sasaran fisik lainnya juga terus berjalan. Pembukaan jalan sepanjang 4,167 kilometer dengan lebar 8 meter telah mencapai 35,2 persen.
Sedangkan pengerasan jalan sepanjang 1,250 kilometer dengan lebar 4 meter berada di angka 19,4 persen.
Untuk program unggulan lainnya, rehab lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mencatat progres antara 66,5 persen hingga 85,3 persen. Sementara perehaban jembatan sudah mencapai 88,5 persen.
Di sektor nonfisik, sejumlah kegiatan telah tuntas 100 persen. Seperti pelayanan kesehatan, donor darah, penyuluhan wawasan kebangsaan, pelayanan Posyandu dan Posbindu, serta pemutaran film perjuangan.
Sebanyak 181 personel terlibat dalam pelaksanaan TMMD ini, terdiri dari 126 anggota TNI AD, 10 TNI AL, 10 personel Polri, 15 mahasiswa, dan 20 masyarakat. Dengan dukungan alat berat berupa satu unit excavator dan satu unit dozer, serta kondisi cuaca cerah sepanjang hari, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan situasi tetap aman serta terkendali.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









