RADAR.CO.ID – Menjelang tutup tahun anggaran 2025, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Rejang Lebong didorong untuk mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran.
Dorongan ini disampaikan Anggota DPRD Rejang Lebong dari Fraksi NasDem, Putra Mas Wigoro SE MH MAp.
Serapan Anggaran Harus Dikebut
Putra Mas Wigoro menegaskan bahwa waktu yang tersisa tinggal hitungan minggu, sehingga OPD harus bekerja lebih maksimal agar realisasi program tidak terhambat.
“Sisa waktu jelang akhir tahun harus benar-benar dimaksimalkan. Jangan sampai ada anggaran yang tidak terserap, terutama untuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penyerapan anggaran yang rendah dapat berdampak langsung pada terhambatnya pembangunan di lapangan.
“Ini bukan sebatas persoalan angka serapan. Kalau anggaran tidak terealisasi, maka masyarakat yang dirugikan karena program pembangunan tidak berjalan optimal,” terangnya.

Ia juga mengingatkan OPD agar tidak menumpuk pekerjaan di penghujung tahun, karena hal itu berisiko menurunkan kualitas pekerjaan dan menimbulkan potensi temuan dalam pemeriksaan.
“Tolong hindari pola menumpuk pekerjaan. Kalau pekerjaan dipaksakan selesai di akhir tahun, kualitasnya bisa menurun dan justru menimbulkan masalah baru,” tegasnya.
Minta Pemda Perketat Pengawasan
Legislator NasDem itu meminta Pemkab Rejang Lebong untuk memperketat pengawasan terhadap progres penyerapan anggaran setiap OPD agar tidak terjadi keterlambatan.









