Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka akses baru dan memperlancar mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian desa.
Selain pembangunan fisik, TMMD Ke-127 juga mengedepankan kegiatan nonfisik. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pelayanan kesehatan, donor darah, penyuluhan wawasan kebangsaan, serta pelayanan Posyandu dan Posbindu.
Sementara itu, sejumlah penyuluhan lainnya seperti bela negara, hukum, pertanian, bahaya narkoba, kerukunan antarumat beragama, pencegahan stunting, sosialisasi karhutla, hingga pemutaran film perjuangan turut menjadi bagian dari rangkaian program TMMD.
Tak hanya itu, program unggulan TNI AD juga dilaksanakan melalui pembangunan lima titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Selain itu, Satgas melakukan rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) serta perehaban jembatan yang menjadi akses penting bagi warga Desa Seguring.
Dalam pelaksanaannya, TMMD Ke-127 melibatkan total 181 personel gabungan, terdiri dari 126 personel TNI AD, 10 personel TNI AL, 10 anggota Polri, 15 mahasiswa, serta 20 warga masyarakat. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI, aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









