Pendakian ke TWA Bukit Kaba Ditutup Sementara, Sampai Kapan?

- Pewarta

Kamis, 20 November 2025 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADAR.CO.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu resmi menghentikan sementara seluruh aktivitas pendakian di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, Kabupaten Rejang Lebong.

Kebijakan ini disampaikan melalui surat resmi yang diterima Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Kaba pada Kamis, 20 November 2025.

Ketua Pokdarwis Bukit Kaba, Yulian Adi Pratama, menjelaskan bahwa penutupan jalur bukan terkait program pemulihan ekosistem seperti yang pernah dilakukan pada awal 2025.

Menurutnya, penyebab utama adalah kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir sangat ekstrem.

“Pertimbangan utama adalah hujan lebat yang disertai angin kencang. Kondisi ini berpotensi membahayakan pendaki, sehingga jalur pendakian ditutup sementara sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Tebar Semangat Kemerdekaan, Pemkab Rejang Lebong Bagikan Bendera Merah Putih

 

Ditutup 18–30 November, Berpotensi Diperpanjang

Adi menyebutkan bahwa penutupan jalur pendakian mulai diberlakukan sejak 18 November 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 November 2025.

Setelah tanggal tersebut, pihak Pokdarwis bersama BKSDA akan melakukan evaluasi kondisi lapangan.

“Jika cuaca masih tidak bersahabat setelah 30 November, penutupan bisa diperpanjang,” tambahnya.

Penutupan ini berlaku untuk seluruh aktivitas, baik pendakian harian maupun pendakian dengan bermalam.

Selama masa penutupan, anggota Pokdarwis akan melakukan patroli serta memeriksa kondisi jalur.

Termasuk membersihkan pohon tumbang atau material lain yang berpotensi menghalangi rute pendakian.

Baca Juga :  Kodim 0409/Rejang Lebong Optimistis Seluruh Target TMMD Rampung Tepat Waktu

Evakuasi Dua Pendaki Sempat Viral

Sebelum penutupan resmi diberlakukan, Pokdarwis sempat melakukan dua kali evakuasi terhadap pengunjung.

Adi menegaskan bahwa evakuasi tersebut bukan karena cuaca ekstrem, melainkan insiden terjatuh dan kelelahan pada dua pendaki yang berbeda.

Namun, proses evakuasi yang berlangsung dalam kondisi hujan sempat menjadi perhatian warganet setelah videonya viral di media sosial.

“Evakuasi yang kami lakukan tidak terkait cuaca, namun kebetulan terjadi saat hujan sehingga terlihat dramatis,” jelasnya.

Penutupan ini diharapkan dapat memberi waktu bagi pengelola untuk memastikan keamanan jalur dan meminimalkan risiko kecelakaan bagi pendaki hingga kondisi cuaca kembali normal.

 

Berita Terkait

Momentum Hari Buruh, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Terima Monitoring Ketenagakerjaan
PLN Indonesia Power UPB Bengkulu Sosialisasi Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan
May Day 2026 di Rejang Lebong, Warga Serbu Sembako Murah di GOR Curup
Jangan Lewatkan! Pasar Murah May Day 2026 di GOR Curup Digelar Besok
Musdalub DPD PAN Rejang Lebong Tetapkan Hendri Jadi Ketua 
DPD Nasdem Rejang Lebong Perkuat Akar Rumput, Lantik Pengurus Ranting
Lapas Curup Gelar Razia Malam Hari, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif
Tampil Solid, Lapas Curup Amankan Juara 3 Turnamen Tenis HBP ke-62

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:01 WIB

Momentum Hari Buruh, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Terima Monitoring Ketenagakerjaan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:41 WIB

PLN Indonesia Power UPB Bengkulu Sosialisasi Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:58 WIB

May Day 2026 di Rejang Lebong, Warga Serbu Sembako Murah di GOR Curup

Kamis, 30 April 2026 - 10:56 WIB

Jangan Lewatkan! Pasar Murah May Day 2026 di GOR Curup Digelar Besok

Senin, 27 April 2026 - 18:08 WIB

Musdalub DPD PAN Rejang Lebong Tetapkan Hendri Jadi Ketua 

Berita Terbaru

REJANG LEBONG

Jangan Lewatkan! Pasar Murah May Day 2026 di GOR Curup Digelar Besok

Kamis, 30 Apr 2026 - 10:56 WIB

REJANG LEBONG

Musdalub DPD PAN Rejang Lebong Tetapkan Hendri Jadi Ketua 

Senin, 27 Apr 2026 - 18:08 WIB