
3. Fase Menghasilkan
Pada tahap ini, tanaman sudah siap menghasilkan buah, sehingga fokus pemupukan beralih ke peningkatan produksi buah. Kelapa sawit membutuhkan lebih banyak kalium untuk mendukung pembentukan buah yang maksimal.
Adapun jenis pupuk yang direkomendasikan adalah NPK 13-6-27-4+0,65B atau NPK 13-8-27-4+0,5B. Pupuk jenis ini direkomendasikan pada fase menghasilkan karena pupuk ini mengandung kalium yang lebih dominan, dengan tambahan Nitrogen, Fosfor, dan Magnesium untuk mendukung produksi buah.
BACA JUGA:
Pupuk Kotoran Ayam, Sumber Nutrisi Berkualitas untuk Pertanian
Adapun untuk dosis pemupukannya yaitu untuk usia 4-8 tahun sebanyak 2-2,5 kg per pohon. Kemudian untuk sia 9-13 tahun sebanyak 3-4 kg per pohon. Untuk usia 14-20 tahun sebanyak 2-3,5 kg per pohon dan untuk usia di atas 20 tahun sebanyak 2-3 kg per pohon.
Sementara itu, untuk frekuensi pemupukannya yaitu di lakukan 2 kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan yaitu padaSeptember – Oktober dan pada akhir musim hujan yaitu pada bulan Maret – April.
Pemupukan pada awal musim hujan memberikan nutrisi yang diperlukan saat tanaman memasuki masa pertumbuhan aktif dan pembentukan tandan buah.
Sedangkan pemupukan pada akhir musim hujan memberikan nutrisi yang diperlukan selama masa pembentukan dan perkembangan tandan buah hingga siap dipanen.
Kesimpulan
Pemupukan yang tepat pada setiap tahap usia tanaman kelapa sawit sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal dan meningkatkan hasil produksi buah. Dengan mengikuti jadwal dan dosis pemupukan yang tepat, kelapa sawit akan tumbuh subur dan menghasilkan buah berkualitas tinggi. Pastikan untuk menyesuaikan jenis pupuk dengan kebutuhan tanaman sesuai fase pertumbuhannya, serta melakukan pemupukan secara teratur sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan. (Red)









