Edukasi Hingga Aksi Nyata, Pemkab Rejang Lebong Sukses Turunkan Stunting

- Pewarta

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADAR.CO.ID – Masalah stunting masih menjadi pekerjaan rumah penting bagi Kabupaten Rejang Lebong.

Meski angkanya menunjukkan tren penurunan, pemerintah daerah menegaskan bahwa upaya pencegahan tetap harus diperkuat.

Terutama pada kelompok usia dini yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan.

Kabupaten Rejang Lebong memiliki sekitar 250 ribu penduduk yang tersebar di 122 desa dan 34 kelurahan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 3,88 persen merupakan anak usia 0 hingga 5 tahun.

Kelompok inilah yang menjadi sasaran utama berbagai program percepatan penurunan stunting.

Pemerintah mengingatkan bahwa masa 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari dalam kandungan hingga usia dua tahun, adalah masa emas pertumbuhan anak.

Jika pada periode ini anak tidak mendapatkan gizi cukup atau sering sakit, dampaknya dapat berlangsung seumur hidup.

Data terbaru menunjukkan sebaran anak usia balita di sejumlah kecamatan.

Kecamatan Padang Ulak Tanding menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak anak usia 0–5 bulan, yakni 316 anak.

Di kecamatan yang sama, jumlah anak usia 6–23 bulan juga mendominasi dengan 641 anak.

Sementara itu, jumlah anak usia 24–59 bulan paling banyak berada di Kecamatan Selupu Rejang, mencapai 1.267 anak.

Baca Juga :  327 Honorer R3 dan R4 Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Berikut Rinciannya

Kecamatan ini juga tercatat memiliki jumlah remaja putri terbanyak, yakni 3.426 orang.

Tidak hanya itu, terdapat pula 173 calon pengantin, 591 ibu hamil, dan 261 ibu nifas.

Tingginya jumlah kelompok usia produktif dan calon ibu di Selupu Rejang membuat wilayah ini menjadi fokus utama pelayanan kesehatan ibu dan anak.

 

Prevalensi Stunting Capai 2,53 Persen

Berdasarkan hasil pengukuran e-PPGBM Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, prevalensi stunting pada tahun 2025 berada di angka 2,53 persen atau 374 anak.

Meski masih menjadi perhatian serius, angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain stunting, kasus gizi buruk juga terus dipantau. Dari Januari hingga Mei 2025, tercatat ada delapan anak mengalami gizi buruk.

Seluruhnya kini telah mendapat pendampingan intensif dari tenaga kesehatan bersama PKK, Kader KB, dan Tim Pendamping Keluarga.

 

Upaya Pemerintah: Dari PMT, Edukasi, hingga Imunisasi

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersama berbagai pihak terus menggenjot program pencegahan stunting.

Berbagai layanan dilakukan secara rutin, di antaranya edukasi kesehatan reproduksi di sekolah, pelayanan Posyandu dan Puskesmas, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, hingga pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.

Baca Juga :  Kopi Cang Eng, Jejak Legendaris dari Rejang Lebong yang Tak Pernah Padam

Meski demikian, pemerintah mengakui masih ada sejumlah desa dan kelurahan yang perlu diperkuat dalam pelayanan kesehatan dasar.

Masyarakat juga diimbau lebih aktif menjaga pola makan keluarga, kebersihan lingkungan, dan memanfaatkan layanan kesehatan yang sudah tersedia.

 

Dibutuhkan Kolaborasi Semua Sektor

Penurunan stunting tidak bisa ditangani oleh satu sektor saja.

Kolaborasi lintas bidang menjadi kunci, mulai dari pembangunan keluarga, ketahanan keluarga dan KB, pendidikan, kesehatan, hingga sosial dan ekonomi.

Langkah-langkah sederhana seperti memastikan ibu hamil mendapat gizi cukup, memberikan edukasi ASI eksklusif, hingga menjaga sanitasi lingkungan dapat mempercepat penurunan stunting secara signifikan.

Pola asuh juga tak kalah penting untuk memastikan pertumbuhan anak berjalan optimal.

Pemerintah optimistis bahwa dengan kerja sama yang kuat, Rejang Lebong dapat mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif.

Data dan laporan yang disampaikan hari ini diharapkan menjadi dasar penting dalam perencanaan kebijakan serta arah pembangunan daerah ke depan.

Berita Terkait

May Day 2026 di Rejang Lebong, Warga Serbu Sembako Murah di GOR Curup
Jangan Lewatkan! Pasar Murah May Day 2026 di GOR Curup Digelar Besok
Musdalub DPD PAN Rejang Lebong Tetapkan Hendri Jadi Ketua 
DPD Nasdem Rejang Lebong Perkuat Akar Rumput, Lantik Pengurus Ranting
Lapas Curup Gelar Razia Malam Hari, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif
Lapas Curup Dukung Komitmen Bersama Bebas Peredaran HP dan Narkoba
Pisah Sambut Penuh Haru, Lapas Curup Sambut Pemimpin Baru
Tepis Isu Miring di Tingkat Nasional, Kader Rejang Lebong Tegaskan Nasdem Bukan Perseroan Terbatas

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:58 WIB

May Day 2026 di Rejang Lebong, Warga Serbu Sembako Murah di GOR Curup

Kamis, 30 April 2026 - 10:56 WIB

Jangan Lewatkan! Pasar Murah May Day 2026 di GOR Curup Digelar Besok

Senin, 27 April 2026 - 18:08 WIB

Musdalub DPD PAN Rejang Lebong Tetapkan Hendri Jadi Ketua 

Minggu, 26 April 2026 - 14:51 WIB

DPD Nasdem Rejang Lebong Perkuat Akar Rumput, Lantik Pengurus Ranting

Rabu, 22 April 2026 - 20:56 WIB

Lapas Curup Gelar Razia Malam Hari, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

Berita Terbaru

REJANG LEBONG

Jangan Lewatkan! Pasar Murah May Day 2026 di GOR Curup Digelar Besok

Kamis, 30 Apr 2026 - 10:56 WIB

REJANG LEBONG

Musdalub DPD PAN Rejang Lebong Tetapkan Hendri Jadi Ketua 

Senin, 27 Apr 2026 - 18:08 WIB

REJANG LEBONG

DPD Nasdem Rejang Lebong Perkuat Akar Rumput, Lantik Pengurus Ranting

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:51 WIB