RADAR.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyiagakan 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga perayaan Idul Fitri.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan.
Terutama dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama bulan puasa dan masa mudik Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Drg Asep Setia Budiman, menjelaskan seluruh puskesmas di daerah tersebut tetap beroperasi selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Sebagian puskesmas bahkan memberikan pelayanan selama 24 jam karena telah memiliki fasilitas rawat inap.
“Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, sebanyak 21 puskesmas di Rejang Lebong tetap buka. Untuk puskesmas yang memiliki layanan rawat inap akan beroperasi 24 jam. Sementara yang tidak memiliki fasilitas rawat inap tetap memberikan pelayanan dengan sistem piket,” ujar Asep.
Ia menyebutkan terdapat tujuh puskesmas di Rejang Lebong yang memiliki fasilitas rawat inap.
Ketujuh puskesmas tersebut yakni Puskesmas Kota Padang, Padang Ulak Tanding, Bermani Ulu, Bangun Jaya, Kepala Curup, Sambirejo, dan Watas Marga.
Menurut Asep, keberadaan puskesmas rawat inap sangat penting terutama untuk menangani pasien dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis dengan cepat.
Pelayanan kesehatan di puskesmas rawat inap, kata dia, harus tetap berjalan selama 24 jam dengan dukungan tenaga medis yang siaga secara bergantian melalui sistem pembagian shift.
“Tenaga medis harus tetap siaga selama 24 jam. Pembagian shift dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” jelasnya.
Selain menyiagakan layanan kesehatan sepanjang waktu, Dinas Kesehatan Rejang Lebong juga meminta seluruh puskesmas lebih aktif memantau kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
Jika ada laporan warga yang sakit namun belum mendapatkan penanganan medis, petugas puskesmas diminta segera melakukan kunjungan langsung ke rumah warga untuk memberikan pelayanan kesehatan.
“Kami juga melakukan kunjungan ke rumah warga jika ada laporan masyarakat yang sakit namun belum mendapatkan penanganan. Dengan begitu petugas bisa langsung memberikan bantuan medis,” tutup Asep Setia Budiman.









