Program MBG ini telah menjangkau 2.946 penerima, termasuk siswa, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, yang tersebar di 15 sekolah dan 3 posyandu.
Stion menegaskan bahwa SOP pengelolaan dan distribusi makanan sangat ketat.
“Jika ditemukan kandungan berbahaya, pembagian akan dibatalkan dan diganti dengan makanan baru,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir, melalui Kasi Humas, AKP Sinar Simanjuntak, menjelaskan bahwa dapur SPPG disiapkan secara matang.
Mulai dari sarana prasarana, proses uji makanan, hingga kebersihan peralatan seperti ompreng (wadah makanan).
“Semua dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Sebelum dibagikan, personel Sidokkes Polres Rejang Lebong melakukan pengecekan food security menggunakan metode organoleptik dan kimia, bahkan ada yang melakukan uji coba makanan terlebih dahulu.
“Kami berupaya memastikan makanan benar-benar layak konsumsi, khususnya untuk anak-anak. MBG yang diberikan harus bergizi, aman, dan berkualitas terbaik bagi masyarakat Rejang Lebong,” tandasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









