Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh warga binaan. Hal ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian di lingkungan Lapas.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pendeta Timotius Eddy. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan pesan tentang kelahiran Yesus Kristus.
Ia menekankan bahwa kabar kelahiran tersebut pertama kali disampaikan kepada mereka yang terpinggirkan.
Menurutnya, pesan Natal membawa pengharapan bagi setiap orang. Kasih dan keselamatan Tuhan terbuka bagi siapa saja yang ingin berubah.
Masa lalu tidak menjadi penghalang untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
Pendeta Timotius Eddy juga mengajak warga binaan menjadikan Natal sebagai momentum perubahan. Perubahan itu diwujudkan melalui sikap saling mengampuni.
Selain itu, diwujudkan pula melalui perilaku yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Perayaan Natal ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian di Lapas Kelas IIA Curup.
Kegiatan ini difokuskan pada pembinaan kerohanian. Tujuannya untuk mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan ke masyarakat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









