RADAR.CO.ID – Rejang Lebong berhasil mencatat prestasi membanggakan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu.
Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Bengkulu turun menjadi 18,8 persen. Dalam hal itu, Rejang Lebong menjadi salah satu daerah dengan capaian terbaik.
Hal ini terungkap dalam acara Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota Tahun 2025.
Pelaksanannya digelar di Kantor Gubernur Bengkulu beberapa waktu lalu.
Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dan dihadiri wakil bupati serta wakil wali kota se-Provinsi Bengkulu, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Rejang Lebong Dr. H. Hendri Praja SSTP MSi, menyebut prestasi ini tidak terlepas dari gencarnya pelaksanaan advokasi.
Baik itu sosialisasi, maupun edukasi yang dilakukan lintas sektor di daerah.
“Penghargaan ini menjadi bukti kerja bersama seluruh pihak. Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Kami akan terus memperkuat kolaborasi agar angka stunting terus menurun dan generasi Rejang Lebong lebih sehat dan berkualitas,” ujar Hendri yang juga Wakil Bupati Rejang Lebong.
Dalam penilaian kinerja, Pemprov memberikan penghargaan kepada tiga kabupaten dengan capaian terbaik.
Kabupaten Kepahiang meraih skor 93,08, Bengkulu Selatan 91,37. Sedangkan Rejang Lebong meraih 79,27.
Di sisi lain, prestasi ini menunjukkan bahwa upaya sistematis melalui advokasi, sosialisasi, dan edukasi, serta gerakan kolaboratif seperti Bapak Asuh Stunting Genting, memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting.
Dengan pencapaian ini, Rejang Lebong menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam memperkuat gerakan penurunan stunting, demi terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.









