Tak hanya pendampingan, pemerintah juga menyiapkan fasilitas penunjang. Warga mendapat bantuan pengurusan izin usaha berbasis risiko, Kartu Kusuka Pembudidaya, hingga bimbingan teknis perbenihan.
Bahkan, kelompok Mina Agung sedang menunggu realisasi hibah sarana perbenihan yang diusulkan.
Sudiro berharap, kesuksesan Desa Rejoagung bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kami berharap program ini bisa ditiru desa lain. Jika manfaatnya nyata, maka dampaknya akan luas,” jelasnya.
Kini, Desa Rejoagung tidak hanya dikenal karena melimpahnya air.
Lebih dari itu, desa ini menjadi bukti nyata bagaimana Reforma Agraria membuka jalan ekonomi baru. Warga bukan lagi sekadar pengguna sumber daya, melainkan pengelola yang mampu mengubah potensi menjadi kesejahteraan. (**)
Halaman : 1 2









