Kini Ismail menempati rumah permanen berukuran 6×6 meter dengan lantai semen dan aliran listrik.
Perubahan tersebut membuatnya merasa jauh lebih nyaman menjalani kehidupan sehari-hari.
“Sekarang saya sudah bisa tidur dengan tenang. Kalau hujan turun tidak perlu khawatir lagi air masuk ke dalam rumah seperti dulu,” ungkapnya.
Ia juga mengaku semakin bersemangat menganyam keranjang. Dari hasil kerajinan tersebut, Ismail mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp1,5 juta setiap bulan.
“Biasanya petani membeli keranjang untuk membawa hasil kebun. Penghasilannya tidak besar, tapi cukup untuk kebutuhan hidup saya sehari-hari,” katanya.
Warga Lain Juga Rasakan Manfaat
Selain Ismail, program TMMD juga membawa perubahan bagi warga lainnya, salah satunya Rozi (70).
Sebelumnya Rozi tinggal di gubuk sederhana di bawah jurang tanpa fasilitas sanitasi dan listrik.
Melalui program yang sama, kini Rozi memiliki rumah semi permanen yang lebih layak dihuni.
Rumah tersebut juga telah dilengkapi fasilitas MCK serta akses air bersih.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya









