RADAR.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rejang Lebong menyatakan telah memenuhi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) bagi peserta BPJS Kesehatan.
Penerapan sistem KRIS ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat.
Plt Direktur RSUD Rejang Lebong, Nova Friska, mengatakan bahwa sistem KRIS telah resmi diterapkan sejak September 2025 lalu.
Dengan diberlakukannya KRIS, sistem kelas rawat inap 1, 2, dan 3 untuk pasien BPJS kini digantikan dengan standar layanan yang sama.
“KRIS diterapkan agar hak-hak dasar pasien terpenuhi secara merata, tanpa perbedaan kelas layanan,” kata Nova.

Menurutnya, KRIS memiliki 12 persyaratan yang harus dipenuhi rumah sakit.
Di antaranya standar bangunan yang tidak menyimpan debu, ventilasi udara yang memadai, pencahayaan yang cukup, serta suhu ruangan yang sesuai ketentuan.
Selain itu, satu ruang rawat inap maksimal hanya diisi empat tempat tidur. Kemudian ruangannya dilengkapi kamar mandi di dalam ruangan yang memenuhi standar aksesibilitas.
Saat ini, RSUD Rejang Lebong telah memiliki 21 ruangan rawat inap yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan KRIS.
Nova berharap penerapan sistem ini dapat meningkatkan kenyamanan pasien, mengurangi potensi diskriminasi layanan. Tidak hanya itu, pihaknya mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan sesuai standar BPJS Kesehatan.
“Dengan KRIS, pelayanan menjadi lebih setara dan fokus pada kualitas. Pasien mendapatkan kenyamanan yang sama tanpa membedakan kelas,” ujarnya.
Selain pembenahan sarana dan prasarana, RSUD Rejang Lebong juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dilakukan melalui berbagai pelatihan yang difasilitasi pemerintah pusat.
Ke depan, RSUD Rejang Lebong akan memfokuskan pembenahan pada sektor pelayanan lainnya.
Nova menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya akan memprioritaskan peningkatan layanan rawat jalan di poli serta pelayanan di apotek.
“Harapannya, keluhan masyarakat terkait antrean, pelayanan poli, dan apotek bisa semakin diminimalisir,” tutupnya.









