
Sementara itu, pada tingkat utama, kader diharapkan bisa menggerakkan masyarakat serta melakukan advokasi sederhana di desa.
Selain itu, kader utama juga dituntut memahami program prioritas, termasuk pencegahan stunting dan kesehatan ibu-anak.
Dalam asesmen, kader mengikuti ujian tulis hingga praktik simulasi pelayanan posyandu di hadapan tim penilai.
Tim penilai terdiri dari tenaga kesehatan senior Puskesmas Kampung Melayu yang menilai sesuai indikator setiap tingkatan.
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah memperkuat peran posyandu dalam transformasi sistem kesehatan nasional.
Dengan kader terampil, pemantauan tumbuh kembang anak dan deteksi dini risiko kesehatan bisa lebih optimal.
“Hasil asesmen akan jadi acuan penghargaan kader berprestasi dan penyusunan modul pelatihan berkelanjutan,” tutur Jon Kenedi.
Ia menambahkan, harapan utama kegiatan ini adalah mencetak kader yang terus berkembang demi masyarakat Bermani Ulu sehat.
Halaman : 1 2









