“Jangan ragu, aparat kita sudah ambil langkah nyata,” tambahnya di hadapan massa.
Sementara itu, perwakilan petani, Puji Hendry Julita Sari, mendesak gubernur membentuk tim khusus yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Kami ingin Reforma Agraria Sejati Adil Gender. Hentikan perampasan tanah, kriminalisasi, dan intimidasi petani,” tegas Puji.
Ia juga menyoroti konflik agraria di Pino Raya dan Bengkulu Utara yang hingga kini tak kunjung selesai.
Puji menekankan perlunya moratorium izin perusahaan perusak lingkungan serta memastikan tanah dikelola untuk kemakmuran rakyat.
“Sudah cukup tanah dipinjamkan ke perusahaan. Saatnya tanah diberikan kepada petani,” seru Puji yang juga aktivis Ruang Puan Bengkulu.
Di akhir pertemuan, suasana makin hangat ketika petani menyerahkan hasil bumi berupa pisang, lengkuas, daun serai, hingga ubi kayu kepada Gubernur Helmi sebagai simbol pentingnya tanah bagi kehidupan rakyat.
Halaman : 1 2









